Pemeriksaan HBsAg

Pemeriksaan HBsAg, Tipe, Prosedur Sebagai Diagnosis Hepatitis

Manusia memiliki bagian-bagian atau organ penting yang mendukung fungsinya satu sama lain, salah satu organ penting itu adalah hati. Secara medis hati bertugas menetralisir racun dan mengatur komposisi darah dalam tubuh. Tugasnya yang super berat ini menjadikan hati dapat mengalami infeksi yang disebabkan virus, salah satunya hepatitis B. Penting melakukan pemeriksaan HBsAg untuk diagnosis awal hepatitis.

Seseorang dengan infeksi hepatitis B, kemungkinan besar berkembang menjadi masalah kesehatan serius. Sebelum semua itu terjadi, penting bagi kita untuk melakukan pemeriksaan fungsi hati. Salah satu cara mendiagnosisnya dengan pemeriksaan hepatitis B surface antigen (HBsAg).

Pemeriksaan HBsAg Sebagai Diagnosis Hepatitis B

Infeksi virus hepatitis B pada manusia dapat menyebabkan komplikasi. Maka dari itu, seseorang yang merasakan gejala dari penyakit ini harus melakukan pemeriksaan. Beberapa gejala yang umum dialami penderita hepatitis B antara lain;

1. Mata dan kulit yang menguning
2. Nyeri perut yang disertai demam
3. Hilangnya nafsu makan
4. Lelah berkepanjangan
5. Feses berwarna keputihan seperti dempul
6. Urine berwarna gelap

Pada orang dengan gejala diatas, dokter mungkin akan menyarankan untuk melakukan pemeriksaan HBsAg. Pemeriksan ini dapat dilakukan dalam waktu singkat di Arkatama laboratorium.

Prosedur Pemeriksaan HBsAg

Prosedur pertama pemeriksaan HBsAg adalah pengambilan sampel darah pasien. Dokter atau tenaga medis akan menggunakan jarum untuk mengambil darah dari vena di lengan atau tangan pasien. Darah tersebut selanjutnya dilakukan pemeriksaan di laboratorium.

Meski biasa saja, pada sebagian orang pemeriksaan ini dapat menimbulkan risiko, seperti perdarahan, infeksi, memar, dan pusing. Saat jarum masuk ke lengan, rasa sakit atau sengatan dapat terjadi sangat disarankan untuk tetap tenang. Selain itu, bekas tusukan jarum juga menimbulkan rasa sakit dilokasi pengambilan sampe darah.

Selain tes HBsAg, Anda juga dapat melakukan pemeriksaan lain sebagai diagnosis hepatitis B. Pemeriksaan dimaksud diantaranya adalah HBsAb (Hepatitis B Surface Antibody) dan HBcAb (Hepatitis B Core Antibody). Pemeriksaan ini dikatakan memiliki hasil yang akurat.

Bagaimana Jika Hasilnya Positif?

Saat test HBsAg dilakukan dan hasilnya positif, Anda kemungkinan terinfeksi virus hepatitis B. Secara medis hepatitis B menular ke orang lain melalui darah atau cairan tubuh.

Meski demikian pemeriksaan ini tergantung pada usia, jenis kelamin, dan banyak faktor lainnya. Pemeriksaan HBsAg dilakukan tidak selalu saat kondisi kesehataan anda sedang buruk. Dengan diagnosis hepatitis B secara awal, koplikasi jangka panjang dari hepatitis B seperti pengerasan hati bisa dicegah karena Anda melakukan pengobatan hepatitis B secara dini. Sebaliknya saat pemeriksaan HBsAg negatif, ini menunjukan Anda tidak dalam terinfeksi virus hepatitis B.

Orang yang terinfeksi hepatitis B dengan gejala-gejala diatas, sangat disarankan segera melakukan pemeriksaan ke rumah sakit dan berkonsultasi dengan dokter, untuk dilakukan terapi lebih lanjut. Dapat juga menghubungi call center kami melalui Hp/WA atau nomer yang ada di kontak. Terimakasih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ruko Cibinong City Center, Blok B No. 12B

Hubungi Kami Segera

Hubungi Kami Segera

021 2933 5171

Email Kami

Email Kami

lab.arkatama@gmail.com

Daftar Online

Daftar Online

Daftar Cek Lab