Penanda Jantung

Penanda Jantung Koroner, Ini yang Perlu Dilakukan

Penyakit jantung koroner (PJK) dapat menyerang siapa saja. Umumnya terjadi secara tiba-tiba, hingga seringkali, penyakit ini tidak terdeteksi. Orang dengan tampilan fisik yang sehat dan bugar tanpa cacat, secara tiba-tiba dapat mengalami serangan jantung bahkan dia akan meninggal dunia. Kita belajar dari beberapa public figure yang ada di tanah air. Pada beberapa kasus, mereka individu yang rajin berolahraga, bahkan seorang atlet profesional dapat saja mengalaminya. So, dari sini kita harus berhati-hati, ini juga yang perlu sahabat Arkatama ketahui tentang pentingnya pemeriksaan penanda jantung koroner.

Penanda JantungSahabat Arkatama, penyebab utama serangan jantung ialah tersumbatnya pembuluh darah yang menjadi jalan untuk transportasi sumber makanan ke otot jantung. Pembuluh darah ini juga dikenal sebagai pembuluh darah koroner. Sumbatan yang menyebabkan dapat macam-macam, seperti plak (timbunan lemak), sobekan dinding jantung, tumpukan kolesterol, hingga faktor bekuan darah. Untuk dapat mengetahui ada tidaknya sumbatan pembuluh darah jantung Anda dapat melakukan pemeriksaan di Arkatama laboratorium.

Faktor lain penyebab serangan jantung adalah gangguan irama (denyut) jantung. Kondisi ini dalam dunia medis disebut sebagai atitmia, yang selanjutnya tak jarang menyebabkan kematian mendadak. Untuk mengetahui kondisi irama jantung ini, Anda dapat dilakukan pemeriksaan ECG (Electrocardiography) di Arkatama Laboratorium dan dapat juga dikombinasikan dengan pemeriksaan treadmill, untuk mengetahui kondisi jantung Anda.

Gejala utama seseorang memiliki ciri serangan jantung adalah adanya rasa nyeri dan rasa tidak nyaman pada dada. “Rasanya seperti sedang terhimpit, tertindih, hingga tercengkeram bahkan dengan nyeri diremas,” jelas Dokter Arkatama. Kondisi tersebut seringkali dibarengi dengan detak jantung yang lebih cepat. Keringat dingin dan kelemahan juga sering menjadi gejala pada penderita serangan jantung koroner. Nafas tiba-tiba terasa sesak hingga tidak menutup kemungkinan seseorang menjadi pingsan.

Periksa Penanda Jantung

Serangan jantung dapat dihindari melalui beberapa cara diantaranya dengan menurunkan faktor risiko, yang meliputi;

  • Kontrol tekanan darah
  • Tidak mengonsumsi makanan yang memicu serangan jantung, seperti makanan banyak mengandung lemak jahat, makanan berkalori tinggi,
  • Hindari kebiasaan buruk merokok, baik aktif maupun pasif.

Memulai pola hidup sehat dengan mengonsumsi banyak sayur dan buah atau makanan yang mengandung banyak vitamin dan nutris sangat disarankan. Lakukan juga kegiatan olahraga secara rutin. Dengan tetap menjaga berat badan ideal akan menurunkan resiko penyakit jantung.

Deteksi awal untuk mengetahui apakah Anda memiliki potensi terjadi serangan jantung koroner dapat dilakukan dengan pemeriksaan Laboratorium khusus. Hal ini dilakukan dengan pemeriksaan prediktor atau marker jantung koroner di Laboratorium. Seperti diketahui, serangan jantung bagaikan bom waktu yang dapat terjadi kapan saja. Dengan deteksi awal, kita dapat melakukan pencegahan penyakit jantung koroner ini.

Pemeriksaan deteksi dini penanda jantung koroner sebaiknya dilakukan pada individu yang memiliki faktor risiko. Faktor risiko yang paling umum di antaranya;

  1. Mereka kelompok usia diatas 45 tahun (pria) dan usia diatas 55 tahun (wanita),
  2. Mereka dengan riwayat hipertensi,
  3. Penderita hiperlipidemia,
  4. Penyandang diabetes melitus,
  5. Orang dengan obesitas,
  6. Perokok aktif atau pasif.

Pemeriksaan prediktor jantung, penting dilakukan pada mereka yang memiliki riwayat penyakit jantung sebelumnya. Untuk informasi lebih lanjut silahkan hubungi Arkatama Laboratorium melalui Chat Whatsapp. Terimakasih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ruko Cibinong City Center, Blok B No. 12B

Hubungi Kami Segera

Hubungi Kami Segera

021 2933 5171

Email Kami

Email Kami

lab.arkatama@gmail.com

Daftar Online

Daftar Online

Daftar Cek Lab